KyuKu

KyuKu

Kyuku

Sunday, 24 July 2011

KyuKu Couple : As Long As You Love Me (Part 1)


Author : Song Ku Ji

Cast :
Cho Kyuhyun
Song Ku Ji
Cho Ahra
Kang Hose
Member Super Junior
Member SM Entertainment
Other

Gendre : Romance, Friendship





Mianhae ya sebelumnya ini the first FF Author, jadi kalau agak ga wah banget ceritanya, mian banget ya.

 ******* 

Song Ku Ji’s Pov
Aku melirik foto yang ku taruh di atas mejah kecil disamping tempat tidurku. Saat melihat wajahnya hatiku rasanya sangat sedih dan ingin sekali melihat dia secara nyata. Sudah lebih dari 6 tahun aku tak melihatnya, aku memang sering melihatnya di video klip atau acara tv. Dia memang sangat terkenal sekarang. Uh tapi apa dia masih ingat padaku?? Jangan-jangan saat melihatku bahkan dia tidak bisa mengingat namaku.

Cho Kyuhyun’s Pov
“Kyu bangun”, teriak sungmin hyung sambil mengguncang tubuhku.

“Emh”, aku hanya menjawab seadanya, mengantuk sekali karena bermain game semalaman.

“Kyu......”, teriaknya lebih keras, hingga bisa memekakkan telingaku dan mengantarkanku ke dokter THT.

“Ah....iya hyung, baiklah aku bangun”, beranjak dengan malas-malasan ke kamar mandi.

Hari ini ada pemotretan, aku tau sih dari semalam, tapi yah aku kan harus menyelesaikan gameku dulu. Sebelum melakukan apapun.

Selesai mandi, aku melihat iphoneku. Terpampang jelas muka seorang yeoja berambut lurus dengan warna coklat, mata coklat gelap yang sipit, bibir tipis. Disebelahnya ada seorang namja berambut coklat, rambutnya agak acak-acakan, mata agak besar dibanding yeoja disampingnya, namja itu tampan.....hehehe...tentu saja itukan aku. Ujarku dalam hati (terkekeh pelan).

Hah kurang ajar dia bisa-bisanya meninggalkan aku sendirian bermain game. Gara-gara dia pergi ke luar negeri, aku jadi tidak ada teman untuk bermain game. Ditambah lagi eonnie Ahra malah tambah menjadi-jadi mengerjai adiknya yang berwajah malaikat ini setiap hari. Apa onnie sudah gila??? Dia sama sekali tidak melihatku bersedih apa?? Ditinggal begitu saja oleh Ji~ah, eonnie sangat menyebalkan. Menambah kesedihanku saja setiap harinya.


Aku berada di sebuah toko dvd game sekarang, selesai latihan aku memutuskan untuk membeli dvd game untuk kumainkan nanti. Aku sudah menyelesaikan game terbaru ku yang sebelumnya. Sekarang aku harus membeli dvd game lain. Biasanya dulu Ji~ah yang menemaniku membeli dvd game, setelah dia pergi aku jadi sendirian kemana-mana. Belum lagi melihat ekspresi semua yeoja yang melirikku dari tadi. Walaupun  aku sudah memekai penyamaranku lengkap. Tapi sepertinya aku tetap saja menarik perhatian mereka. Aku tau aku memang mempesona, tapi seharusnya para yeoja itu dapat menyembunyikan perasaan mereka sedikit dariku.

Setelah membeli dvd game aku kembali ke dorm. Wookie dan Tukkie sedang menonton tv di ruang tengah. Aku langsung masuk ke kamar. Belum sempat aku menyalakan tv untuk main game yang baru aku beli, iphoneku berbunyi.

“Iya, eomma, ada apa?”, jawabku heran kenapa omma menelepon tiba-tiba.

“Kyu, eomma cuma mau bilang kalau besok kau harus mampir ke rumah”, ujar eommaku dengan santai.

“Oh, baiklah eomma. Tumben eomma menyuruhku mampir ke rumah, ada apa memangnya?”, aku berusaha tidak menolak permintaan eommaku.

“Ah, kau datang saja. Lagi pula ini kan rumahmu, apa kau tidak mau pulang lagi ke rumahmu?”

“Eomma bukan begitu.”

“Ya sudah, pokoknya kau harus datang besok. Kita makan malam bersama.”
Telepon dimatikan. Aku sedikit kaget kenapa eommaku menyuruhku datang ke rumah. Aku sudah jarang sekali ke rumah, bahkan sudah hamper 3 bulan ini aku tidak pulang ke rumah.


Song Ku Ji Pov
Aku sedang duduk di ruang tamu keluarga Kyuhyun. Rumah ini masih tetap sama seperti dulu. Besar, indah, mewah, dengan aksitektur ala eropa beserta perabotannya yang sangat berkesenambungan dengan aksitekturnya. Aku sedang duduk bersama Ahra eonnie di ruangan ini. Dia semakin cantik dan lebih dewasa.

“eonnie, dimana eomma?”

“Eomma sedang di dapur bersama bibi. Sepertinya sedang mempersiapkan makan malam.”
Dia tersenyum dengan senyum evilnya, lalu melanjutkan kalimatnya.

“Kau kangen tidak dengan Kyuhyun hah Ji~ah?”
Ya tuhan aku benar-benar malu harus menjawab apa. Aduh aku mengeles saja. Tidak mungkin kalau aku harus berkata ya. Ya tuhan dia bisa memberitahu namja setan itu nanti.

“Ah, biasa saja.”, aku berusaha sebiasa mungkin agar dia tidak mencurigaiku.

“Yang benar?”
Selidiknya lagi. Apa dia berusaha memojokkanku pada situasi ini.

“Aduh eonnie, tentu saja.”
Saat yang sama bel rumah itu pun berbunyi.



Cho Kyuhyun Pov
Aku sudah berada di depan pintu sekarang. Eomma menyuruhku datang untuk makan malam. Aku menekan bel, Ahra eonnie keluar diikuti oleh seorang yeoja di belakangnya. Tunggu.......aku mengenalnya, tapi dia dulu tidak secantik dan semempesonakan sekarang ini. Ahra eonnie memelukku erat, dia memang biasa melakukan itu. Hah...padahal di sisi lain dia sering mengerjaiku, meski sekarang tidak lagi karena aku sudah jarang pulang. Ditambah lagi kami kan sudah besar, bahkan sekarang Ahra eonnie sudah menjadi seorang designer dan membuka 3 butik di kota ini. Apa jadinya kalau di posisi dan umurnya sekarang ini masih saja mengganguku, adiknya yang begitu menawan. Hahahah yang benar saja.

“Ahra eonnie lepaskan aku, aku bisa habis nafas kalau kau terus memelukku seperti ini?” dia terkekeh pelan dan melepaskan pelukannya.

“Baiklah. Ayo masuk.”, Ahra eonnie menarik tanganku.

Song Ku Ji Pov
Sehabis makan malam aku pulang ke apartmenku, Ahra eonnie menyuruh Kyuhyun mengantarku. Jadilah sekarang aku berada satu mobil dengannya. Aku bingung harus bicara apa??? Dari tadi dia hanya diam saja dan konsentrasi dengan jalan yang ada di hadapanya. Aku tau sih kalau Kyu tidak begitu pandai menyetir. Tapi setidaknya dia seharusnya menanyakan kebarku atau semacamnya agar lebih sopan, uhmmm...ah sudahlah, lagi pula sejak kapan Kyu menjadi orang yang sopan. Apalagi dihadapanku, dia kan selalu seenaknya saja.

“Kau mau mampir ke dormku tidak sebelum kau pulang ke apartmenmu? Tadi kau bilang kan, kalau kau suka sekali pada wookie hyung.”, dia membuatku kaget saja, mengatakan hal itu ketika kami berada di depan lift.

“Umh, boleh juga sih. Tapi apa mereka tidak akan keberatan? Mungkin mereka sudah tidur karena lelah.”, aku mau menolaknya dengan alas an itu. Kedengarannya klise sekali tapi masa’ bodoh yang penting tidak ke dormnya. Aku kan malu, nanti dia bilang aku suka pada Ryewook. Padahal aku kan suka padanya sendiri. DASAR NAMJA BABO!

“Ah tenang saja. Mereka malah akan senang.”

Aku bingung apa itu maksudnya??? Senang?? Memangnya kenapa....membuatku bingung saja.

“Apa katamu tadi?”

“Hah ikut saja Ji~a kau cerewet sekali.”


Cho Kyuhyun Pov
“Ah tenang saja. Mereka malah akan senang.”, meluncurkan kill smile ku.

“Apa katamu tadi?”
Hah dia ini babo sekali, dia babo atau pura-pura tidak mengerti. Mana mungkin hyungku keberatan kalau aku membawa yeoja secantik dia. Apa dia sama sekali tidak sadar kalau dia itu cantik dan dia semakin cantik saja kalau rambut coklatnya itu dibiarkan tergerai seperti sekarang.

Flash back~
Setiap hari ada-ada saja ulah yeoja-yeoja itu terhadapku. Aku tahu kalau pesonaku ini sangat tidak dapat ditolak tapi aku benci sekali bila setiap hari ada saja yeoja yang mencari perhatian padaku dengan cara bodoh seperti ini. Aku tidak habis fikir bisa-bisanya Park Haneul mencoba terjun dari lantai 5 gedung sekolah kami karena 2 hari yang lalu aku menolaknya saat dia menyatakan perasaannya padaku. Apa dia fikir aku akan menerimanya kalau dia mau terjun dari gedung. Silahkan saja kalau dia mau, memangnya apa urusanku.

“Hei kau Cho Kyuhyun, semua murid sedang heboh sekarang karena ulahmu.”, dia gadis yang mengikat rambutnya tinggi dan menggulung rambutnya yang menjuntai itu mengelilingi rambutnya. Aku tersenyum sesaat dengan evil smile ku.

“Yak kau Song Ku Ji, apa maksudmu itu hah?”, protesku pada gadis yang sudah menjadi teman dekatku selama 10 tahun terakhir ini.

“Kau ini tidak punya perasaan sekali, Haneul kan mencintaimu makanya dia ingin bunuh diri karenamu.”, dia memperlihatkan wajah sedihnya itu.
“Aku kan tidak suka padanya. Jadi harus bagaimana lagi?”

“Kau kan tadi bisa berpura-pura dulu menerima cintanya agar dia tenang dan mau berhenti mencoba bunuh diri.”

“Huh”, dengusku kesal. “Enak saja aku ini kan namja yang sangat pemilih. Mana aku mau berpura-pura begitu.”

“Hah....benar juga, kau mana mau begitu. Kau kan sangat egois sekali Cho Kyuhyunku yang sangat pemilih.”, dia tersenyum masam ke arahku.

“Heh, Ji~a kau mengejekku atau apa hah?”

“Tidak apa-apa. Aku kan tau kalau kau sangat pemilih”, tidak menoleh padaku.

“Lagipula kalau aku melakukan hal yang barusan kau bilang, bisa-bisa semua yeoja di sekolah ini akan mencoba bunuh diri semua karena berharap aku akan menerima mereka jika mereka mengancam bunuh diri. Memangnya aku namja seperti apa? Aku kan tidak mau mengobral cinta.”

“Hahaha apa katamu, mengobral cinta. Kau memang tidak mengobral cinta tapi.....”

Dia berhenti bicara, menggantung kalimatnya itu yang membuatku penasaran. Aku memintanya melanjutkannya tapi dia malah diam  saja. Membuatku kesal, baiklah kita lihat saja. Dia mau bermain-main dengan setan sepertiku.

Aku menarik ikat rambutnya dan dengan sigapnya saat dia memegang rambutnya yang akan segera jatuh, aku melepas kaca mata yang ia pakai. wajahnya memerah, dia ternyata jauh lebih cantik tanpa kacamata dan ikat rambut yang selalu menemaninya sejak 10 tahun yang lalu.

Sejak hari itu aku tidak melihatnya datang ke sekolah  lagi. Aku datang ke rumahnya yang hanya beda beberapa belokan dari rumahku, tapi dia ternyata sudah pindah. Dia hanya sekali meneleponku setelah dia pergi.

“Hei kau Ji~ah, kenapa pindah tanpa bilang apapun padaku? Aku kan jadi tidak punya teman untuk bermain game lagi karena kepergianmu.”, sentakku.

“Mianhae oppa. Aku harus pindah ke Paris, eommaku membuka rumah fashion disini jadi aku akan besekolah disini. Tapi aku janji aku pasti akan kembali lagi.”

Teleponnya tiba-tiba mati.

Flash back end~


^^^^
Dia memang lebih cantik tanpa kacamata dan ekor kudanya itu.


Song Ku Ji Pov
“Memangnya kita mau apa di dormmu?”

Dia diam saja seakan tidak mendengar perkataanku.

Pintu terbuka ada seorang namja disana, dia menatapku lalu pandangannya beralih kepada Kyuhyun. Kyu masuk dan aku mengikutinya dari belakang. Seketika semua nanja di apartment itu menatapku. Entah apa yang mereka pikirkan.

“Aku Song Ku Ji, maaf bertamu malam-malam begini.”

“Ah tidak masalah”, ujar Siwon hyung padaku, aku tau semua nama member Super Junior. Aku sering mengupdate tentang mereka di internet. Mereka sangat popular. Meski ada juga orang yang berkata bahwa mereka hanyalah sekumpulan Homo. Hah ...........tidak, aku tidak percaya.

“Kau mau makan apa biar aku buatkan atau kau mau minum sesuatu?”, Wookie tersenyum kecil.

“Ah tidak usah, aku hanya sebentar.”
Baru saja aku bilang begitu, Kyu langsung menyambar.

“Ah bagus hyung buatkan kami jajangmyeong, minumnya terserah saja. Kami mau main game malam ini.”, dia langsung saja menarik tanganku ke kamarnya, setengah menyeret sebenarnya.



Author Pov
“Kau sungguh ingin main game hah?”

“Iya, tentu saja. Kita kan sudah lama tidak main game bersama”, Kyu ngengir kea rah Ji~a.

“Tapi aku sudah lelah Kyu”, hening seketika.

“Oh jadi kau tidak mau main hah?”, Kyu melirik dari ujung matanya.

“Umh, lain kali saja ya Kyu”, Ku Ji menekuk lehernya ke kiri-kanan, tanpaknya memang lelah.

“Ya sudah kalau tidak mau main, bagaimana kita mengobrol saja. Aku ingin tahu banyak hal, kenapa kau pergi, mengapa tidak pernah menelepon, mengapa begitu lama kau pergi, kenapa kau tidak bilang dulu kalau kau mau pulang, kenapa kau ini tidak ada hormat-hormatnya padaku?>>> aku ini kan lebih tua darimu.”


Cho Kyuhyun Pov
“Tapi aku sudah lelah Kyu.”
Mwo?? Dia bilang lelah. Enak saja dia sudah membuatku bermain sendirian terus karena dia pergi. Seenaknya pergi, saat kembali malah

“Oh jadi kau tidak mau main hah?”, Kyu melirik dari ujung matanya.

“Umh, lain kali saja ya Kyu”, Ku Ji menekuk lehernya ke kiri-kanan, tanpaknya memang lelah.

“Ya sudah kalau tidak mau main, bagaimana kita mengobrol saja. Aku ingin tahu banyak hal, kenapa kau pergi, mengapa tidak pernah menelepon, mengapa begitu lama kau pergi, kenapa kau tidak bilang dulu kalau kau mau pulang, kenapa kau ini tidak ada hormat-hormatnya padaku?>>> aku ini kan lebih tua darimu.”
Aku mendekatinya, dan mendorongnya ke dinding. Dia diam saja, bahkan menutup matanya. Apa-apaan dia? Konyol sekali.

“Panggil aku oppa, kalau kau mau tetap hidup.”
Aku terkekeh di dalam hati.


Song Ku Ji’s Pov
Aku membuka pintu saat belnya berbunyi. Kaget saat aku melihat namja setan yang 3 hari lalu mengancam nyawaku kalau aku tidak memanggilnya oppa.

“Kau kuliah tidak hari ini?”, namja gila tadi duduk di atas sofa berwarna hitam dan melirik ke sepanjang ruangan. Tidak punya malu, bisa sekali dia langsung masuk dan duduk tanpa aku suruh.

“Memangnya kenapa? Kenapa Tanya-tanya?”

“Mau menemaniku ke acara Victoria tidak?”

Victoria? Victoria yang sering digosipkan dengannya, huh dasar namja gila. Apa maunya menyuruhku menemaninya ke acara yeoja itu. Apa dia ingin memamerkan pacarnya padaku. Apa Victoria itu pacarnya?

“Mwo? Menemanimu ke acara Victoria? Acara apa memangnya?”, aku mendelik ke arahnya, dengan tatapan yang agak penasaran dari ujung mataku.

“Victoria ulang tahun hari ini. Dia mengundang semua member SM entertainment untuk makan malam dan semacamnyalah. Mau tidak temani aku. Inikan suatu kehormatan bagimu, seorang yeoja yang aku pinta menemaniku ke suatu acara. Kau harusnya senang Ji~a”, namja itu menatapku dan sedikit memenyunkan bibirnya, seolah aku saja yang salah.


Author’s Pov
Tadinya Ku Ji tidak mau pergi ke acara itu. Tapi Kyuhyun memaksanya dan disinilah dia sekarang. Dia sebuah restaurant yang sangat mewah, ini ruang eksklusif sekali sepertinya dan sangat besar. Ku Ji memakai dress hitam selutut dengan tali dress yang terikat di lehernya. Dia memegang sebuah dompet warna senada juga high heels yang tak kalah serasi dengan gaunnya. Iphonenya berbunyi saat dia duduk di kursi tepat di samping Kyuhyun yang asyik mengobrol dengan Key (member shinne).

Ku Ji membuka tas tangannya dan membaca sebuah pesan.
“Aku sudah pulang ke korea. Aku akan menemuimu besok. Saranghae...”

Kyuhyun menoleh kea rah Ku Ji yang masih memegang handphonenya.
“Ada apa? Itu dari siapa?”

“Ah dari eommaku. Dia bilang aku harus menjaga kesehatanku.”

Cho Kyuhyun’s Pov
Aku mendengar suara iphonenya segera aku melihat ke arahnya, dia sudah mau meletakkan iphone itu ke dalam tas tangannya.
“Ada apa? Itu dari siapa?”, aku menoleh ke arahnya. Dia agak tergugup, entah kenapa.

“Ah dari eommaku. Dia bilang aku harus menjaga kesehatanku.”

“Oh, benarkah begitu?”, selidikki.

“Ne, tentu saja. Masa’ aku bohong.”

Ada yang menepuk bahuku, seketika aku melihat ke belakang.
“Annyong Kyu...”

“Ah...annyong Vic.”

“Ini siapa? Pacarmu ya?”, yeoja ini tertawa kecil, sambil melirik ke hyungku yang berada di sekitar kami.

“A...aku temannya”, tiba-tiba Ku Ji menjawab Victoria dengan agak gelagapan. Apa dia gugup.

“Oh begitu, ku pikir kau pacarnya. Hei Kyu kau harusnya mencari yeoja untuk menjadi yeojachingumu”, dia seenaknya saja bicara begitu. Dia itu cukup blak-blakan seperti noonaku saja.

“Annyong Ku Ji, kau cantik sekali”, ujar Donghae hyungku, ah dasar ikan ini, dia punya mulut yang sangat manis sekali sih terhadap  yeoja. Bisa-bisa nanti dia mengajak Ku Ji~ku berkencan dengannya. Enak saja ini kan Ji~a ku, seenaknya melontarkan kalimat seperti itu.

“Mwo? Kenapa kau melihatku begitu Kyu? Apa salahku? Aku kan hanya bilang kalau Ku Ji cantik, jangan melihatku begitu.”
Aku baru saja menatapnya dengan wajah membunuhku, tanpa sadar aku melakukan itu. Tiba-tiba saja aku kesal sekali karena ucapannya pada Ku Ji. Hah apa-apaan aku, kenapa jadi salah tingkah begini. Aku melirik ke arah Ku Ji yang juga melirikku.

“Kau kenapa oppa? Kau baik-baik saja kan?”

“A..ani”, ah aku jadi gugup, aku tidak mau dia tau kalau aku suka padanya, cemburu terhadap hyung~ku, yang benar saja, dia bisa meledekku nanti.

Song Ku Ji’s Pov
“Mwo? Kenapa kau melihatku begitu Kyu? Apa salahku? Aku kan hanya bilang kalau Ku Ji cantik, jangan melihatku begitu”, Donghae oppa membuat aku keget, dia mendelik kea rah Kyuhyun oppa.

“Kau kenapa oppa? Kau baik-baik saja kan?”, aku bertanya padanya, dia aneh sekali kenapa tiba-tiba raut wajahnya cepat sekali berubah-ubah.

“A..ani”, ah kenapa dia jadi

“Oppa...kau tak apa? Apa kau sakit? Kenapa mukamu tiba-tiba menjadi pucat”, apa dia benar-benar sakit? Dia tidak menjawab, dia terdiam begitu saja. Aku menunduk saja, tidak mau mmelihatnya, nanti kalau aku melihat wajahnya terus, bisa-bisa nanti aku akan melihat wajahnya yang berubah ekspresi lagi.
**
“Ayo kita pulang sekarang”, dia baru  saja bicara padaku, setelah sepanjang makan malam dia hanya diam saja. Aku jadi bingung dia ini sebenarnya kenapa. Apa dia tiba-tiba menyesal mengajakku kemari. Uh membuatku gelisah saja. Dia langsung menarikku dan kami menuju ke mobil hitamnya.

“Kau diam saja dari tadi dan tiba-tiba begini, oppa ini kenapa sebenarnya?”, aku menangis tiba-tiba saja aku ingin menagis. Bodoh sekali, tanpa malu aku menangis seperti ini. Dia akan menertawakanku dan meledekku nanti.

“Kau jangan menagis, mian aku sangat merasa tidak enak sekali, tiba-tiba aku jadi tidak mood tadi mianhae Ji~a, aku benar-benar tidak tahu kenapa kau jadi menagis sekarang? Apa kau kesal atau apa padaku?”, aku tidak bisa menahan diri untuk tersenyum saat namja babo ini bilang begitu.

“Aku tadi hanya khawatir padamu oppa”, aish...apa yang ku katakan, apa aku mau mati karena malu saat diledeknya nanti, aku tidak tahu apa yang salah dengan otakku sekarang, ahhhhh.....dasar Ku Ji babo ujarku dalam hati.

“Mwo? Khawatir? Benarkah?”, tuh kana pa yang ku bilang, dia pasti aku meledekku sekarang. Huh babo, babo, babo menyalahkan diriku atas kebodohanku yang benar-benar memalukan. Dia seketika menatapku dengan evil smilenya, ah tapi sungguh itu sangat meng...huh lupakan, seprtinya semakin lama aku dekat-dekat dengannya, otakku bisa jadi semakin konslit.

“A...ni”, aku memanyunkan bibirku, seperti biasanya saat aku marah dan kesal.

“Hahaha...kenapa kau marah ya?” dia meledekku terus sih, hah ini sangat keterlaluan. “Aku tidak akan menganggapmu bodoh karena khawatir padaku? Kau tenang saja”, tiba-tiba dia melanjutkan bicaranya, dia membuat jantungku jadi tidak teratur. Aku jadi harus ke dokter spesialis jantung sepertinya karena ulahnya ini yang membuat jantungku rasanya ingin melompat. Tanpa sadar aku memegang dadaku, mencoba menenangkan detak jantungku yang semakin tidak terkendali. Namja ini langsung menatapku heran. “Hei kau kenapa?”, “Ah aku baik-baik saja”. Segera aku menarik tanganku yang semula memegang dadaku.


Author’s Pov
Ku Ji sedang sibuk mengoleskan selai coklat di atas rotinya. Dia ada kuliah pagi ini. Selesai menyantap achimshiksa nya dia langsung membawa tasnya lalu berangkat ke kampus. Ini hari pertamanya sebagai mahasiswa, dia mengambil jurusan kedokteran. Yeoja ini sangat baik hati sebenarnya, tapi dia tidak suka basa basi terhadap orang lain. Tiba-tiba dia ingat bagaimana dulu dia pertama kali bertemu dengan Kyuhyun, “ hah lucu sekali”, sambil mengangkat dagunya diatas tangannya.

Ku Ji dari kecil sangat dekat  dengan eommanya, appanya sudah bercerai dengan eommanya sejak dia duduk di bangku kelas 3 SD. Appanya menikah lagi dengan temannya sewaktu SMA, wanita itu dulu pernah menjadi yeojachingu appanya saat appanya SMA. Sebelum appanya bertemu dengan eommanya. Setelah 2 tahun appanya menikahi ajjuma itu, mereka mengalami kecelakaan dan meninggal. Jadi sekarang Ku Ji hanya memiliki eomma. Dia sangat sayang pada eommanya itu.


Cho Kyuhyun’s Pov
Sehabis pemotretan aku terfikir untuk melihat Ku Ji. Aku kangen sekali padanya sepertinya otakku ini memang agak konslit sedikit sehingga yang ada di otakku hanya dia saja. Aku sedang berada di restaurant langganan kami, kami memang biasa makan di sini karena restaurant in sangat menjaga privasi kami jadi nyaman sekali kalau makan disini bahkan kami tidak perlu memakai penyamaran kami disini.

“Hyung aku duluan ya? Aku capek sekali aku mau ke dorm duluan.”

“Oh nanti saja Kyu. Kita kan baru datang”, Siwon hyung menahan tanganku.

“Mian hyung aku benar-benar lelah”, aku menarik tanganku.

Saat aku melawati ruangan depan aku tanpa sengaja menabrak seorang namja.
“Ah mianhae”, ujarnya sambil membungkukkan tubuhnya tanda maaf darinya.
Aku berlalu dan meninggalkan restaurant itu.

**
Aku menekan bel apartment yeoja yang ingin ku temui. Yang sejak pagi tadi terbayang-bayang di otakku. Aku benar-benar harus bertemu dengannya. Tapi tidak ada jawaban dari dalam. Setelah beberapa lama menunggu tetap tak ada jawaban. Aku memutuskan untuk pulang ke dorm dan meneleponnya setelah sampai di dorm saja.

Song Ku Ji’s Pov
Aku mengangkat iphoneku yang berbunyi dari dalam tasku.
“Ne”

“Ku Ji aku mau bertemu, kau bisa kan?”

“Ne, aku bisa kalau hari ini. Tapi sehabis aku pulang kuliah ya.”

“Ah baik. Kalau begitu aku tunggu kau di cafe tempat kita pertama bertemu dulu.”

Aku memutuskan sambungan.

Cho Kyuhyun’s Pov
Aku berguling di kasurku sambil melihat iphone ku, menatap fotoku dan seorang yeoja yang berada disampingku. Dia memakai kacamata saat itu, tapi tetap saja cantik. Tak kalah cantiknya dengan sekarang. Lalu beranjak dan memainkan PSP ku yang aku letakkan di meja di samping tempat tidurku. Sungmin hyung sudah tertidur lelap sekali kelihatannya di atas kasur dengan sprei pink warna favoritnya. Aku terkekeh pelan, dia konyol sekali, sudah berapa umurnya? Tapi dia masih seperti anak kecil. Bahkan saat aku memegang barang-barangnya yang berwarna pink itu, dia selalu marah-marah tak karuan. Dasar yeoja babo.

**
Pagi ini kami para member harus berangkat ke Jepang untuk konser, mungkin akan disana selama 3 hari. Aku akan merindukan Ku Ji~ku. Apa? Ku Ji~ku? Hehehehe tenang saja nanti juga dia akan menjadi istriku. Milikku saja.

Aku telpon atau tidak ya? Untuk mengabari kalau aku akan pergi selama beberapa hari. Hah sudahlah, kuurungkan niatku. Nanti dia curiga padaku, aku masih belum mau kalau dia tau aku suka padanya.

Author’s Pov
“Aku sudah 2 hari disini. kenapa dia sama sekali tidak meneleponku. Apa yang terjadi”, dalam hati Kyu.

Apa aku telepon saja ya? Sudahlah aku telepon saja.
Terdengar nada dari nomor yang dihubungi tapi tidak ada jawaban. Hah ada apa ini. (batin Kyu).

“Ahra noona”, Kyu melirik iphoneku. Kenapa dia meneleponku, tumben.

“Ne”, jawab Kyuhyun dengan santai.

“Kyunnie kau harus segera pulang!”, Ahra noona setengah berteriak padaku. Aku terkaget mendengarnya, kenapa dia jadi panik begini.

“Cepat pulang!”, katanya lagi.

“Noona ada apa? Kenapa kau seperti panik sekali?”

Dia memutuskan panggilan. Hah noona ini ada-ada saja aku jadi khawatir ada apa sebenarnya. Besok aku akan pulang ke korea setelah konser selesai.

Cho Kyuhyun’s Pov
Aku memasuki butik noona. Setelah tadi menerima telponnya yang menyuruhku datang ke butiknya. Dia menangis di mejah kerjanya.

“Noona kau kenapa sih?”

Dia menarik tanganku dan menunjukkan sebuah undangan padaku.
Ini....ini, terdapat nama Yeoja yang sangat kucintai dan diatasnya<<<< “Apa-apaan ini noona?”, teriakku pada noonaku yang masih menagis di mejahnya.


                                                                                                TBC

No comments:

Post a Comment